Ingin Hidup Tanpa Kata “AKU” ^^

December 13, 2007 at 1:51 pm | Posted in Uncategorized | 1 Comment

ini kisah fiksi mgkn ada yang terjadi di kehidupan sehari2 :

Ada seorang pendeta konseling pernikahan bertanya pada sepasang kekasih yang mau menikah, “kamu Elly, kenapa kamu ingin menikah dengan Bram?”

Elly menjawab dengan cepat dan penjelasan yang panjang lebar:

“Habisnya Bram baik sama ‘AKU’, perhatian ama’AKU’, mau traktir ‘AKU’, ga pelit sama ‘AKU’, mau ajarin ‘AKU’, mau anterin ‘AKU’ kemanapun ‘AKU’ mau..,Bram selalu manjain ‘AKU’, dia juga pengertian sama ‘AKU’, banyak sekali yang dia udha buat untuk ‘AKU’.. pengorbanan yang cukup banyak buat ‘AKU’.. jadi ‘AKU’ terharu.. dech.terus… bla..bla….”

si pendeta itu langsung cut pernyataan Elly yang mulai panjang dan lebar yang tak henti2nya menyebut kata2 “AKU”:

“stop.., saya sudah mengerti sekarang.. kalo kamu Bram.. kenapa mau menikahi gadis ini?”

maka, Bram pun memberikan jawaban dengan singkat..” ‘Aku’ akan bahagia dengan Eli karena ‘AKU’ melihat dan ‘AKU’ yakin dia bahagia dengan’ku’ juga “

pendeta itupun hanya berkata: “kalian jangan menikah dolo!!! pikirkan baik2.. apakah benar2 kalian akan menjadi keluarga.. kalau kalian hanya mikirin diri kalian sendiri?? coba tolong kalian pikirkan.. buat apa kalian menikah????”

pasangan yang tadinya mau menikah dan berencana akan menetapkan tanggal pemberkatanpun ga jadi ..

mereka berdua pulang dengan tanda tanya besar”?”.. “kenapa yah tuh pendeta?? emangnya aku menikah ga boleh sama mas Bram yang baik sama ‘AKU’ ??” begitu juga dengan Bram yang merasa aneh..

Mari kita renungkan:

sebenernya, jawaban dengan kata ‘AKU’ itu tidak tepat untuk dalam pernikahan..

jadi kata apa yang tepat dalam pernikahan??

menikah.. menikah adalah 2 orang jadi satu.. bukan berarti masing2 memiliki pendapat untuk dirinya sendiri.. masih terlalu egois..

bagaimana nanti kalo kamu sudah menikah.. itu akan hidup denagn ego masing..

2 jadi satu artinya adalah menjadi satu tubuh yang suci dan saling melengkapi.. dan mencintai keluarga.. akan ada anak – anak yang harus diperhatikan,..

banyak persiapan mental yang harus di mantapkan sebelom menikah.. pikirkanlah.. menikah harus punya keinginan untuk hidup bukan untuk “AKU”..

jadi sebelom menikah persiapkan mental kalian^^

nb: sotoy yah dynah… menikah juga blon :D

hahaha^^

dynah juga ingin hidup tanpa kata “AKU” ^^

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. duh.. jgn donk! kl ga ada “aku”, nanti ga ada “kamu”. ntar yang ada “kami” doang.. nda ada yg nama na jati diri. hehehe..
    kalo nanggapin topik barusan, ntu pribadi mereka yg belum siap menjadi satu. karena masi ada dua “aku”, otomatis perang dingin siap untuk meledak! tinggal tunggu “aku” siapa yg paling dominan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.